[Chaerin-OC] I Love You Unnie…

Title: [Chaerin-OC] I Love You, Unnie…..

Author: Classievip21

Rating: PG-15

Cast: Lee Chaerin, Lee Minzy (aslinya Gong Minzy), Choi Seunghyun

Genre: Romance, Angst

Length: Oneshot

Disclaimer: Ide dan plot cerita dari FF dateng begitu saja dari pemikiran classie. Bukan dari hasil nyolong FF orang. Ini FF masih Original dan belon dipost di blog lain. Kalo ada classer yang menemukan FF yang serupa dengan FF ini, mohon lapor, okeh?

Don’t be a plagiator!  (udah dibold,  kalo masih nggak kebaca dan diabaikan, siap-siap diceburin ke septictank!)

Dimohon hati-hati dengan berbagai hal tidak wajar di dalam FF, bahasa yang tidak terlalu baku, dan penyiksaan terhadap para Cast dalam FF ini.

Happy Reading! Semoga suka dengan FF nista ini… ^^

—————————————————————————————————

2012 © classievip21 all rights reserved

————————————————————————————–


            Minzy POV

“Unnie….” Panggilku pada Chaerin unnie, yang sedang mengaduk-aduk kopinya dengan sebuah sendok, saat kami berdua menghabiskan waktu bersama di apartemenku.

“Mm?” balasnya, lalu menyesap kopinya yang baru jadi, kemudian menatapku serius, “Ada apa, nae dongsaeng?”

“Kau jadi menikah minggu depan?” tanyaku.

Chaerin unnie mengangguk. Tatapannya menunjukkan kebahagiaan yang sangat meluap.

“Kau benar-benar jadi menikah dengan oppa bermuka pembunuh itu?” tanyaku lagi untuk memastikan.

“Yaa! Perlu kau ketahui, Minzy-yah, dia bukan pria berwajah pembunuh! Ia adalah pria jantan, yang sanggup melindungi semua wanita, termasuk aku…” bantahnya, sambil memasang tampang yang.. uh, sulit kugambarkan, tak lupa sambil mengubah posisi duduknya di kursi pantry.

“Unnie…” panggilku lagi.

“Mm? Kau masih ingin membicarakan Seunghyun, dan menjelek-jelekkannya lagi?” balasnya sambil menopangkan dagunya di atas meja pantry.

“Ani. Bukan itu,” Sanggahku, “Aku… hanya ingin curhat,”

“Haha… kalau hanya ingin curhat, kenapa sampai melebar ke masalah perkawinanku, hah? Sudahlah… daripada membuang-waktu, lebih baik kau ceritakan!” ucapnya sambil menepuk bahuku agak kencang.

“Aku… jatuh cinta pada seseorang.”

“Mwo? Nae dongsaeng sudah besar, ya!” Ucapnya sambil mengacak pelan rambut pirangku yang baru saja dipotong beberapa hari lalu.

“Sekarang, ceritakan padaku. Siapa orang yang telah mencuri hatimu?” Tanyanya

“Ia.. orang yang baik, perhatian dan cerdas, dan aku cukup dekat dengannya. Ia tipe idealku.”

“Hmm… nee.. nee.. neee…. Lalu?”

“Sebenarnya, jarak di antara kami berdua sudah hampir tidak ada, hanya satu hal yang menghalangiku untuk lebih dalam mencintainya,”

“Apa itu?” Tanya Chaerin unnie antusias.

Gender,”

“Mwo?! Kamu gila! Bagaimana mungkin kau bisa….”

Aku menunduk. Seandainya kau tahu, kalau orang yang telah mencuri hatiku adalah…..

“Siapa yeoja yang telah mencuri hatimu?”

“Kau janji tidak akan marah dan tidak akan menceritakannya pada siapapun?”

“Nee, cepat, ceritakan padaku!”

“Orang itu adalah….”

Chaerin unnie menahan napasnya.

“Neo….”

“Mwoo?! Kau gila! Bagaimana mungkin!”

            Chaerin unnie menghempaskan cangkirnya ke atas meja pantry, dan berlalu meninggalkanku kembali ke apartemennya.

—————————————————————————————

Aku sudah mengatakan hal itu padanya…

Rasa suka yang sudah kupendam selama ini…

Aku benar-benar menyukaimu, unnie…. Aku menyukaimu…

Tak peduli bahwa orang-orang nanti akan menyebutku sebagai Adik tidak tahu diri.

Aku harus menjadi pemilikmu seutuhnya, unnie….. walau mungkin kau akan terus memakiku dengan kata-kata kotor, atau menganggapku sebagai yeoja gila.

Sampai saatnya tiba.. tunggulah aku, unnie…

Aku akan menjadi pemilikmu seutuhnya di saat terakhirmu….

Saranghaeyo, unnie…

—————————————————————————————

Four Days Later…

Kriettt….

Kubuka Pintu kamar Chaerin Unnie.

“Nuguseyo?” tanyanya, sementara pandangannya terus tertuju pada buku tebal yang sedang dibacanya.

Aku tidak menjawab, dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar Chaerin unnie.

“Ada apa?” Tanyanya sambil mengalihkan perhatiannya dari buku yang dibacanya.

“Kau sudah memilih gaun pengantin untuk pernikahanmu?” tanyaku.

“Belum. Aku harap, kau mau menemaniku untuk membelinya.” Balasnya.

Nada bicara seperti tidak ada apapun yang terjadi sebelumnya. Padahal, ada sesuatu yang sempat membuatnya marah padaku tiga hari lalu. Kau benar-benar pelupa, unnie…

“Ummm… boleh saja, unnie… tapi kapan?”

“Bagaimana kalau nanti sore?”

“Baiklah..”

————————————————————————————–

“Apa menurutmu yang ini bagus?” Tanya Chaerin unnie saat ia muncul dengan sebuah gaun pengantin di hadapanku, saat kami berdua sedang memilih-milih gaun di sebuah butik terkenal. Ini gaun kesembilan yang ditunjukkan Chaerin unnie padaku, dan ini adalah satu-satunya gaun yang benar-benar terlihat baik di tubuhnya.

“Itu cocok, unnie…” Ucapku akhirnya. Chaerin unnie tersenyum puas.

“Kau sudah memilih gaunmu sendiri?” tanya Chaerin unnie. Aku mengangguk, dan menunjukkan sebuah gaun berwarna biru laut di tanganku.

“Oke, ayo kita bayar!” Ajak Chaerin unnie sambil menarik tanganku. Aku berjalan mengikutinya menuju meja kasir, sambil membawa gaun yang telah kupilih tadi.

Tiga hari lagi, unnie…. Tiga hari sebelum aku dapat memilikimu seutuhnya….

—————————————————————————————

Three Days Later, Chaerin’s Wedding…

Chaerin Unnie melangkahkan kakinya ke atas altar bersama seorang namja tampan bertubuh tegap. Pria itu adalah Choi Seunghyun, calon suami unnieku, yang sebentar lagi akan benar-benar menjadi suami unnieku.

Namun, aku jamin, statusnya tidak akan bertahan lama.

Aku mengarahkan pandanganku kearah Chaerin unnie, yang sedang mengucapkan sumpahnya didepan seorang pendeta, sementara namja bernama Seunghyun itu tersenyum lebar.

“Baiklah, sekarang kalian berdua telah resmi menjadi sepasang suami istri…” Ucap pendeta itu.

Hatiku teriris mendengar ucapan pendeta itu. Ia salah. Chaerin unnie hanya milikku. Tidak ada satupun orang yang boleh menjadi suaminya.

Chaerin unnie mengulum senyum, dan menunjukkan eyesmilenya yang menawan. Ia terlihat sangat bahagia, sebelum ia dan namja bernama Seunghyun itu sekarang saling berhadapan, dan mendekatkan wajah mereka dengan bibir yang dikerucutkan.

Mereka berciuman. Cukup lama, sekitar dua puluh detik. Membuat hatiku teriris dan perutku mual.

Setelah Chaerin unnie melepaskan ciumannya, semua tamu undangan beranjak dari tempatnya, berebut memberikan ucapan selamat kepada unnieku dan suaminya.

Aku beranjak dari tempat dudukku, bukan untuk memberikan ucapan selamat kepada Chaerin unnie, aku berlari sambil mengangkat ujung gaunku ke arah jalan menuju apartemenku.

————————————————————————————–

Kubuka pintu kamar mandi apartemenku, masih dalam keadaan memakai gaun biru lautku, kunyalakan shower, dan kubasahi seluruh tubuhku sambil terus menangis. Tak peduli jika gaun baruku yang indah ini akan basah, atau mungkin akan rusak.

—————————————————————————————

Aku memang terlalu ambisius…

Aku memang benar-benar bodoh…

Aku memang tidak tahu diri…

Aku terlalu ambisius, karena terlalu terobsesi akan dirimu, dan tidak merelakan dirimu untuk pria manapun, walaupun kau sudah menikah sekalipun…

Aku memang benar-benar bodoh, karena mencintaimu, yang notabene adalah seorang yeoja merangkap unnieku….

Aku memang tidak tahu diri, walaupun kau telah menolakku, namun aku terus saja mengejarmu…

Aku melakukannya, karena aku tidak ingin kehilangan dirimu, unnie…. Cukup Eomma dan Appa saja yang meninggalkan kita.

Aku tahu, cepat atau lambat, kau juga akan menikah, menjadi seorang Eomma, dan meninggalkanku sendirian…

Aku tidak ingin kau meninggalkanku. Aku… tidak ingin kau membagi cintamu kepada orang lain..

Maafkan aku yang terlalu egois ini, unnie…

Obsesiku untuk memilikimu ini tidak akan pernah hilang….

Saranghaeyo….

————————————————————————————–

Tangisku makin menjadi. Beberapa kali kutinju kaca yang ada di kamar mandiku hingga pecah. Meninggalkan pecahan kaca yang berserakan di lantai kamar mandi, dan darah di tanganku.

Aku sudah benar-benar gila sekarang.

————————————————————————————–

Two days Later…

Kuambil ponselku, kutekan angka satu pada tombol panggilan cepat.

“Yeoboseyo, Mingkki-ah?” ucap suara di seberang. Suara Chaerin unnie

Bisakah kau datang ke sini, unnie? Ada yang ingin kubicarakan padamu…” Balasku.

“Ke mana?”

“Apartemenku, unnie.. tolong datang sendiri saja, oke?”

“Oke.” Jawabnya, lalu memutuskan hubungan.

Aku tersenyum licik. Ia tidak curiga sama sekali.

Kuraba benda berebentuk kotak yang kuletakkan di meja disamping tempat tidurku,

“You’re mine, unnie…” ucapku sambil menyalakan benda itu, lalu meniup sesuatu yang keluar dari dalamnya.

Terdengar suara langkah kaki. Sudah pasti itu Chaerin unnie.

Kulangkahkan kakiku menuju pintu apartemenku

“Masuklah…” ucapku sambil menarik tangannya, lalu kududukkan ia di aas ranjang yang telah kupersiapkan sebelumnya.

Kukunci pintu apartemenku, dan kubuang kuncinya ke dalam tong sampah tanpa sepengelihatan Chaerin unnie, lalu duduk di samping Chaerin Unnie.

“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Chaerin unnie.

“Selamat atas pernikahanmu, unnie..” ucapku lirih. Sebenarnya, aku tidak ingin mengucapkan kata itu, namun, kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.

“Ada yang ingin kuberikan untukmu, unnie…” Ucapku.

“Apa itu?”

“Ikutlah, unnie…” Pintaku. Ia langsung melakukannya.

Kulangkahkan kakiku menuju kamar tidurku, tak lupa sambil menggami tangan Chaerin unnie.

“Jika kau tidak mau melakukannya denganku, paling tidak, tolong lakukan ini sebelum kita berdua pergi….”

“Apa yang….”

“Shut up please, unnie…”

Muka Chaerin unnie berubah pucat. Aku mendorong tubuhnya ke atas ranjang.

Kutarik tubuh Chaerin unnie ke pelukanku, sementara tangaku yang satunya langsung menyalakan benda yang terus kuraba sedari tadi. Sebuah korek gas.

“Yaa! Apa yang akan kau lakukan padaku?” Pekiknya. Ia mulai meronta-ronta, sementara aku menjatuhkan korek gas tadi ke atas ranjang yang telah kulumuri minyak sebelumnya.

Sementara api mulai menjalar-jalar ke arah tubuh kami berdua, kulingkarkan tanganku ke tengkuk Chaerin unnie.

“Aku tak ingin kau dimiliki siapapun, unnie.. termasuk Seunghyun Oppa…”

“Saranghaeyo, unnie…”

Agaknya, ia mulai mengerti apa yang akan kulakukan padanya…. Dan ia tidak melawan? Apa itu tandanya, ia juga mencintaiku. Apa itu benar? Semoga saja..

Api terus menjalar, dan mulai membakar tubuh kami berdua, kudekatkan wajahku ke wajahnya, dan mulai melakukan lip to lip.

Maafkan aku yang terlalu egois, unnie….

Aku hanya ingin memilikimu seutuhnya, hingga di saat terakhirmu….

Saranghaeyo, unnie…..

Author POV

Chaerin membeku dalam pelukan dongaseng tercintanya. Entah kenapa, ia tak bisa melepaskan pelukan dongsaengnya, ia malah membalas pelukan dongsaengnya dengan yang lebih dalam.

Sebenarnya, Chaerin sendiri menyimpan rasa cinta yang besar terhadap dongsaengnya, dan bisa berada dalam pelukan dongsaeng, satu-satunya orang yang masih hidup bersamanya, di saat terakhirnya.

Walaupun ia tahu, kalau dongsaengnya adalah….

Apa mereka bahagia di alam sana?

            Entahlah. Hanya Tuhan dan mereka berdua yang tahu.

Api terus membakar tubuh mereka berdua, yang entah kenapa tidak bisa terpisahkan. Perlahan-lahan, api mulai menjalar ke dinding apartemen, dan menimbulkan keributan di luar.

Seunghyun sendiri, langsung terduduk lemas begitu mengetahui Chaerin ada di dalam apartemen yang terbakar itu bersama dongsaengnya. Ia hanya bisa menangisi istrinya, yang terlalu cepat pergi meninggalkannya.

————————————————————————————–

Hehe… akhirnya selese jugaaaa…. *lambailambaigaje

FFnya Gaje yah?? Endingnya nggantung yah? Feelnya nggak dapet yah??

Emang… #gubrak

Advertisements

8 thoughts on “[Chaerin-OC] I Love You Unnie…

  1. Seunghyun ku (۳ ˘̶̀• ̯•˘̶́”)۳ waahhh jahat (╥﹏╥)

    Oppa come here !! Ke pelukanku,, chaerin eonni tak setia.. Ak setia kok (•̪ -̮ •̪♈̷̴)

    Annyeong thor, min, eonn, nuna, oppa, namja, youja,, kekeke
    Choneun kresty imnda,, na youja !! Seunhhyun ssi je namja chingu.. Manaseo bangapseumnda..

Leave a pieces, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s