[FF] [ChaeMin Couple] Confessed It To Me

tumblr_md3mta9z3v1rp04efo1_500

 

Title: [ChaeMin Couple] Confessed it to Me

Author: Classievip21

Rating: R

Genre: Romance, Angst, Girls  Love

Length: Oneshot

Cast: Lee Chaerin (2NE1 CL), Gong Minji (2NE1 Minzy), Lee Seungri (Bigbang Seungri)

Cameo: Find by yourself.

Disclaimer: FF murni berasal dari imajinasi gila saya. Cast murni hanya milik Tuhan yang masing masing indahnya tak dapat dilukiskan, Plot punya saya, laptop yang dipake buat ngetik FF ini hanyalah punya Tuhan, yang dianugerahkan kepada keluarga saya, dan dipake buat ngetik FF ini. Walaupun saya tahu FF ini banyak cacatnya, mohon untuk tidak diplagiat, Okeh? 😉

Happy Reading! Semoga suka ama FF nista  ini… 😀

[ChaeMin Couple] Confessed it to Me © 2012 Classievip21, All Rights Reserved

Chaerin POV

Kubuang tisuku kedalam tong sampah. Airmataku sudah habis, tak ada lagi yang bisa kuseka. Kupukul dadaku pelan, berusaha menghilangkan rasa sakit yang menjalari hatiku. Berusaha menenangkan diri, kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi, membasuh wajahku dengan air yang mengalir dari keran wastafel, lalu memandangi wajahku sendiri yang terpampang jelas di kaca. Tampak bayangan seorang yeoja berambut pirang strawberry acak-acakan, dengan mata sipit yang memerah, dengan kulit wajah yang memucat, dan lingkaran hitam yang terukir jelas di bawah matanya.

Aku tampak seperti.. eoh, mayat hidup.

Ah, inikah diriku sekarang? Aku begitu berantakan, hancur, dan terluka. Kualihkan pandanganku ke sekeliling kamar mandi. Ah, ini kamar mandi dorm, bukan kamar mandi rumahku.

Kamar mandi dorm? Dorm 2NE1?

Ah, aku begitu bodoh. Ini hari kelimaku mengurung diri di kamar. Aku melupakan kewajibanku sebagai leader 2NE1. Kulangkahkan kakiku keluar dari kamar mandi, dan melirik jam dinding yang sengaja kupasang di langit-langit kamarku. Pukul 3 pagi.

“Ayolah, Chae. Lebih baik, kau keluar. Laksanakan kewajibanmu sebagai leader, jangan biarkan masalah pribadimu mengacaukan seluruh tugas yang diamanatkan. Sekarang, bangunkan member yang lain.” Ucapku pada diriku sendiri. Kuputar kenop pintu kamarku, dan melangkahkan kaki berjalan menuju ruang tengah. Ada Minji yang sedang menonton TV sambil menyeruput minumannya. Ia menoleh, lalu mematikan TV-nya.

“Ah, unnie, akhirnya kau keluar juga.” Ucap Minji, sambil mengulas senyumnya. Aku membalas senyumnya, dan ikut duduk disampingnya. Niatku untuk membangunkan unnie-unnieku kuurungkan sejenak.

“Sudah kau selesaikan masalamu dengan Seungri Oppa?” tanyanya.

Aish, kenapa ia harus menanyakan tentang hal itu, sih?

“Ah… sudah, Mingkki-ya.” Jawabku sekenanya.

“Lalu? Bagaimana akhirnya?”

“Ia…. memutuskan untuk mengakhiri hubungannya denganku.” Ucapku lirih. Saat mengucapkan kata terakhir, tenggorokanku tercekat.

“Mwoya? Mudah sekali ia memutuskan hubungannnya dengan yeoja sebaik dirimu. Demi apapun, akan kuhajar dia! Aku serius!” ucap Minji sambil mengerucutkan bibir tebalnya, dan mengepalkan tangannya. Aku tertawa, ia terlihat sangat cute, sesuai dengan umurnya yang masih muda. Oh, ia terlihat sangat cute.. aku menyukainya.

Minji POV

Kupandangi Chaerin Unnie yang tertawa melihat tingkahku. Akhirnya, ia mengeluarkan tawa lepas yang sudah lama kutunggu.

Jujur, aku mulai menyukainya sejak pertama kali kami didebutkan sebagai duo. Ia terlihat begitu cantik dimataku. Apapun hairstyle pakaian dan hairstyle yang ia gunakan, ia sedang menggunakan make-up atau tidak, ia tetap terlihat perfect.

Ah, aku bukan menyukai, tapi sangat mencintainya.

Apa aku harus menyatakannya padanya?

Aku takut ia marah begitu mengetahui aku tidak straight, dan.. aku takut ia menjauhiku, dan tidak mau berbicara denganku lagi.

Tapi, jika tidak kukatakan, dadaku terasa sesak.

Lebih baik, kukatakan tidak ya?

“Unnie….” Panggilku.

“Mmm?” sahut Chaerin Unnie sambil memeluk bantal sofanya.

“Jika ada seseorang yang mencintaimu, dan ingin menggantikan posisi Seungri Oppa untukmu, apa kau akan menerimanya?”

Chaerin unnie terdiam. Kepalanya menengadah, mata kucingnya menerawang menyusuri langit-langit ruangan. Mungkin ia memikirkan ucapanku barusan.

“Haha… kalau ada yang bisa menggantikan posisi Seungri, kenapa tidak? Aku siap menerimanya.” Akhirnya ia menjawab.

“Walaupun ia tidak sesuai dengan harapanmu?”

“Nee, walaupun aku orang yang perfeksionis..”

Aku menelan ludah. Berusaha mengumpulkan keberanianku.

“Sekarang giliranku bertanya, siapa orang itu?” Tanya Chaerin unnie balik.

“Sebenarnya….” kuteguk ludahku yang terasa amat pahit saat aku menelannya, “Akulah orangnya. Aku menyukaimu, Unnie. Aku menyukaimu.” Ucapku akhirnya.

Entah kenapa, setelah mengucapkan pernyataan itu, dadaku terasa sesak.

Chaerin unnie membelalakkan matanya. Sepertinya, ia terkejut dengan ucapanku barusan. Aku sendiri gugup. Jantungku berdentum keras, tanganku mendingin, lidahku kelu, dan…. Aku rasa, aku akan pipis di tempat. God, please take me out!

“Minji-ya…”

“N…Ne?”

“Tak pernah kubayangkan sebelumnya, kau berani sekali.” Ucap Chaerin unnie, “Dan sesuai ucapanku sebelumnya… aku menerimamu.”

Sekarang, giliran mataku yang membelalak, “Benarkah unnie? Benarkah itu?”

Chaerin unnie mengangguk mantap, “Kau lebih berharga daripada Seungri, sangat sayang kalau aku menolakmu, chagi.” Ucapnya sambil mengulas senyum, dan memperlihatkan eyesmile yang menawan.

Aku merinding. Ia memanggilku chagi! Tuhan, kuharap ini hanya mimpi.

“Minji-ya! Kau kenapa?” tanya Chaerin Unnie sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.

Oh Tuhan, ini bukan mimpi.

“Bolehkah.. aku memelukmu sekarang unnie?” bukannya menjawab, aku malah memintanya memelukku. Pabo.

Chaerin unnie terdiam sesaat, sebelum akhirnya menarikku ke dalam pelukannya. Hangat.

“Apakah.. kau benar-benar mencintaiku, Unnie?” tanyaku. Pandanganku mulai mengabur, terhalang oleh kaca yang makin menebal, dan akhirnya jatuh berdenting-denting, meluncur melewati pipiku, berubah menjadi anak sungai yang mengalir tanpa henti.

Chaerin unnie mengelus rambutku pelan, dan berbisik, “Uljima, Minji-ya…”

Bahuku terasa basah, rupanya, ia sudah menangis duluan.

“Kau sendiri juga menangis, kau sedih?” Balasku.

Chaerin unnie melepaskan pelukannya, dan memegang bahuku erat, “Ini bukan airmata kesedihan, chagi. Ini…. Air mata kebahagiaan.”

Aku memeluknya makin erat. Seakan tidak ingin Chaerin unnie bergerak barang sejengkalpun.

“Kuharap, kau bisa menghapuskan masa laluku bersama Seungri,” ucapnya, disela tangis kami berdua.

Author POV

Sudah resmi tiga bulan Chaerin dan Minji menjadi sepasang kekasih. Seringkali, mereka berdua melewati malam dengan tidur bersama, walaupun Chaerin harus bersusah-susah mengusir Dara untuk merelakan tempatnya untuk Minji. Yeoja itu terus merajuk saat Chaerin mengunci pintu kamarnya.

Syukurlah, selama mereka menjalin , tidak ada yang mengetahui hubungan mereka, bahkan Dara dan Bom, yang notabene adalah rekan se-grup mereka, tidak tahu apapun tentang hubungan mereka kecuali Tuhan, Chaerin, dan Minji sendiri.

Sampai akhirnya, sesuatu yang buruk terjadi. Seungri menemui Chaerin, dan meminta gadis itu untuk kembali padanya.

“Mau apa kau?” Pertanyaan itu yang terlontar dari mulut Chaerin saat mereka berdua bertemu di sebuah cafe dekat YG building. Niatnya untuk menyuapkan strawberry cake-nya terpaksa ia urungkan setelah melihat Seungri menghampirinya.

“Aku.. ingin minta maaf.” Ucap Seungri setelah melepaskan sunglasses-nya.

“Tidak akan,”

“Mianhaeyo, Chaerinnie. Aku benar-benar khilaf. Tak seharusnya aku meniduri gadis itu dan menghamilinya.”

“Shut up! Aku tak memintamu mengatakan itu. Sekarang, pergilah.”

“Tak akan, sebelum kau kembali padaku.”

“Andwae,”

“Kalau tidak, aku akan membeberkan semua hubungan kita kepada YG-nim.”

Uhuk!

Chaerin tersedak. Americano Coffee yang baru diminumnya muncrat ke muka Seungri.

“A, apa?”

“Kuberi kau waktu tiga hari untuk memikirkan ucapanku tadi.” Ucap Seungri sambil mengusap cipratan Americano Coffee yang mengenai wajahnya.

            Seungri mengulas senyum evil-nya, dan berlalu.

“Unnie?” panggil Minji sambil mengetuk pintu kamar unnienya, berkali-kali ia mengetuk pintu, dan Chaerin masih belum mau membukanya.

Chaerin mendengar Minji yang terus memanggilnya, namun ia tidak mau membuka sekat pemisah untuk yeojachingunya itu. Selain karena terlalu malas, ia juga tak ingin Minji tahu apa yang terjadi padanya.

“Unnie, jebal.. bukakanlah,” pinta Minji sambil menggoyang-goyangkan kenop pintu, sebelum akhirnya ia bisa masuk dengan mudah. Pintunya tak dikunci.

“Aish, tahu begitu, aku tak perlu repot mengetuk pintunya.” Gerutu Minji sambil menghampiri Chaerin,

“Ada apa denganmu, Unnie?” Tanya Minji sambil menyibak selimut yang menutupi tubuh Chaerin, namun kembali ditarik oleh pemiliknya, sehingga terjadi adegan tarik-menarik antara mereka berdua.

“Yaa! Unnie! Kemarikan selimutmu!” Ucap Minji sambil menyentakkan selimut milik Chaerin, yang berhasil membuat pemiliknya terjungkal dan jatuh dengan wajah yang lebih dulu menghantam lantai. Darah menyembur dari lubang hidungnya. Ia mimisan.

“Mianhae unnie. Aku tidak bermaksud membuatmu terjungkal.” Ucap Minji sambil melempar selimut Chaerin ke sembarang tempat, dan menghampiri yeoja yang sedang mengusap darah yang keluar dengan punggung tangannya itu.

“Mianhae, unnie,” Ucap Minji, sambil menuntun Chaerin menuju kamar mandi, dan membantu yeoja pirang itu menyeka darah yang keluar dari hidungnya.

“Ah, kau tidak perlu repot-repot meminta maaf, Minji-ya. Nan gwenchana,” ucap Chaerin, lalu menghentikan aliran air yang keluar dari wastafel setelah selesai membersihkan darah yang keluar dari hidungnya.

“Kenapa kau mengurung diri lagi?” Tanya Minji, saat mereka berdua sudah kembali ke atas kasur.

Chaerin bungkam.

“Unnie?”

Chaerin menggerser posisi duduknya, hingga jarak antara ia dan Minji kini hanya sekitar lima belas senti. Chaerin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Minji.

“Bolehkah aku melakukannya padamu sekarang?” tanyanya

“Eoh?” balas Minji tak mengerti.

“Melakukan ini,” Ucap Chaerin sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Minji, dan mencium bibirnya. Napas Minji tertahan. Sekarang, Chaerin memiringkan kepalanya, berusaha memperdalam ciumannya yang ditanggapi Minji dengan kewalahan.

Chaerin menjilat bibir Minji, dan menyodok-nyodokkan lidahnya, meminta perizinan bagi Minji untuk membuka mulutnya. Namun, dongsaengnya itu tak merespon sedikitpun. Tak apa, Chaerin tetap melanjutkan permainan mereka.

Minji kebingungan saat Chaerin menjilat-jilat bibirnya, ia sendiri hanya bisa terdiam, dan menikmatinya. Sambil sesekali mendesah kecil.

Oh, Minji sudah tidak tahan lagi! Napasnya hampir habis. Dilepaskannya tangan Chaerin yang melingkari tengkuknya, dan melepaskan ciumannya. Lalu, segera mengambil napas dalam-dalam.

“Yaa, Unnie! Mengapa kau langsung melakukannya tanpa persetujuanku?” Seru Minji sambil memegangi dadanya yang sesak.

“Paling tidak, kau menikmatinya, kan?” Balas Chaerin sambil mengerligkan matanya nakal.

“Kau sangat handal, Unnie. Berapa kali kau telah melakukannya?”

“Eoh? Aku baru melakukannya sekali, kok..” Balas Chaerin seraya mengusap bibirnya, “Dan mungkin.. ini akan menjadi yang pertama dan terakhir.”

“Eh? Mengapa begitu? Aku rasa, kita bisa melakukan itu beberapa kali lagi.” Balas Minji sambil mengusap bibirnya.

“Seungri… memintaku untuk kembali padanya,”

“Mwo?”

Chaerin menangkupkan wajahnya, dan mulai menangis, “Mianhae, Minji-ya…. Aku, tak bermaksud membuatmu kecewa. Aku bingung, aku tidak ingin mengakhiri hubungan kita, di sisi lain.. aku takut Seungri akan melaporkan hubunganku dengannya kepada YG-nim.”

Minji terdiam. Jujur, ia tetap ingin melanjutkan hubungannya daengan Chaerin. Di sisi lain, ia tak ingin Seungri membeberkan hubungan Chaerin dengannya dan dan memarahinya.

Hingga akhirnya, ia membuat sebuah keputusan,

“Demi kebaikanmu, Unnie… kembalilah kepada Seungri Oppa…” Ucap Minji. Tenggorokannya terasa tercekat.

Chaerin tak mampu menahan air matanya lagi, ia langsung merengkuh tubuh Minji kedalam pelukannya.

“Minji… kau yakin akan melakukannya? Aku masih menyayangimu, chagi..”

“Demi kau, unnie. Aku rela melakukannya. Kau tidak ingin dipecat oleh YG-nim, kan?”

“Jujur, aku tidak ingin pergi.. aku tidak mencintai Seungri. Hanya kaulah yang kucintai, Mingkki-ya…” ucap Chaerin sambil mengusap airmatanya dengan tisu.

“Sudahlah, unnie. Kau sudah memilih untuk kembali padanya, suka atau tidak, pilihanmu itu harus kau jalani.” ucap Minji, lalu mencium kening unnienya.

“Terima kasih, Minji-ya….”Chaerin mengusap airmatanya sekali lagi, lalu membelai rambut ungu keperakan milik dongsaengnya tersebut.

Minji POV

Kuayunkan kakiku, berusaha menyesuaikan gerakanku dengan musik yang mengalun di ruang dance. Sambil sesekali melirik ke arah cermin besar yang sengaja dipasang mengelilingi selruh ruangan.

Ya, semua ini kulakukan demi melupakan hubunganku dengan Chaerin unnie. Daripada terus bergalau ria di kamar, lebih baik aku latihan, hitung-hitung mengasah kemampuanku, bukan?

Kuhentikan danceku, dan mematikan lagu yang terus kuputar sejak sejam lalu, lalu duduk dan meluruskan kakiku.

Kriett..

Pintu terbuka. Seorang yeoja berambut pirang masuk ke dalam dan menghampiriku. Chaerin Unnie. Ia tersenyum padaku, dan duduk sejajar denganku.

“Tak keberatan kalau aku duduk disini?” tanyanya.

“Silahkan. Aku malah senang,” jawabku sambil mengulas senyum.

Chaerin unnie menggerakkan bibirnya perlahan, dan berucap, “Aku merindukanmu.”

Aku terdiam. Jujur, aku juga merindukan unnieku ini. Walau kita berdua bertemu hampir setiap hari, namun aku merasa amat jauh darinya, semenjak ia mengakhiri hubungannya denganku dua minggu lalu.

“Mingkki-ya?”

“Ah…. Aku juga merindukanmu, unnie. Bagaimana kabarmu?”

“Tak jauh lebih baik daripada saat bersamamu.”

“Bagaimana hubunganmu dengan Seungri Oppa?”

“Jujur, aku tak menikmati hubungan kita. Ia kerap meniduri yeoja lain.” Jawabnya, ia tampak sedih.

“Unnie… walaupun kita tak lagi menjalin hubungan, namun, tolong katakana sesuatu padaku.”

“Apa?”

“Confessed it to me. Bahwa engkau tetap mencintaiku.”

Chaerin unnie menatapku, dan menyunggingkan senyumnya.

“Saranghaeyo, Mingkki-ya..”

Aku tersenyum, dan meraih tangannya. Lalu menggenggamnya erat.

“Na ddo, saranghaeyo..”

 

Oke, saya kembali setelah lama vakum dari dunia per FF-an, ada yang kangen? #PLAK

Advertisements

2 thoughts on “[FF] [ChaeMin Couple] Confessed It To Me

Leave a pieces, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s