[Songfic] Window

Title: [Songfic] Window | Author: @sfbclassievip21 Rating: G | Genre: Romance, Angst | Length: Vignette | Cast: Kim Hanbin, You

Special Thanks to: Chocochip Moustachers for the English translation

Download song here

.

The window that knows about the secrets of the silent night. Rainy window.

.

 

Aku melihatmu, lagi.

Kamu masih berdiri di tempat yang sama. Di bawah temaram lampu jalanan, menghadap jendela apertemenku. Dengan batang tubuh yang terhuyung-huyung tak lagi tegak, hampir roboh diguyur derasnya air hujan.

Apa yang membuatmu masih terus berdiri di situ? Padahal, jelas-jelas kamu dan aku, sudah tidak ada ikatan apapun lagi.

Aku menatap matamu. Basah, oleh air hujan yang bercampur dengan air mata. Jika tak melihatmu saja membuatku sedih, maka dengan melihatmu, rasa sakitku makin menjadi-jadi.

Strangely, I know better about the end

So I’m sad. I’m sadder

When I look at you, when I look at you

Kulangkahkan kakiku, selangkah mundur dengan jemari yang masih menyentuh kaca jendela, melihatmu. Lama tak bertemu. Makin hari, kamu terlihat makin cantik. Bahkan dengan kulit pucat, bibir biru, dan mata yang membengkak.

Mulutmu bergerak, mengucapkan sesuatu. Sepatah.. dua patah.. tiga patah. Apa kamu melafalkan namaku? Oh, coba kupastikan sekali lagi.

Kim… Han… Bin.

Oh, tidak. Benarkah itu?

Percikan air hujan mengenai kaca jendela, dan perlahan mengalir turun. Aku merasa, sesuatu jatuh ke pipiku. Setetes.. dua tetes.

Oh, aku menangis.

I see you for the last time

You’re still pretty. Prettier.

When I look at you, when I look at you

Kamu masih mencintaiku? Padahal hubungan kita sudah resmi berakhir.

Pada malam itu, ketika kita saling mengucap selamat tinggal dan selamat malam, tanpa mata yang saling menatap. Walaupun aku tidak sepenuhnya yakin, itu yang terakhir.

This might be the last time we say goodbye

This might be the last time we say goodnight

This might be the last time

This might be the last time

Mataku masih terfokus padamu. Melihatmu meneriakkan sesuatu. Apa itu? Namaku lagi?

Oh tidak, benarkah itu?

Tak sadar, tubuhku gemetar hebat. Bukan menggigil, bukan pula merinding. Kau berteriak lagi, masih meneriakkan kalimat yang sama. Dan tubuhku gemetar hebat, makin hebat.

Baby slow down

My whole body is shaking

On a sunny day, it suddenly rains on this window

(Rainy window) (Rainy window)

Kugerakkan bibirku, hendak melafalkan namamu. Tanpa mencoba untuk menatapmu, hanya melirik dengan ekor mataku.

Tidak bisa, bibirku bergetar hebat. Kucoba menatapmu dalam-dalam, menggerakkan tangan, menyusuri permukaan kaca jendela dengan jemariku, kaca itu, seolah mendekatkan jarak kita.

Walaupun sebenarnya, masih sangat jauh.

Aku merasa bersalah telah menyakitimu. Dan merasa terlalu kotor untuk menyebut nama dari seseorang yang suci, seperti kamu.

Baby calm down

My voice is shaking

The window that knows about the secrets of this silent night

(Rainy window) (Rainy window)

Tak ada yang tahu isi hatiku sebenarnya. Semua orang berpikir, aku merasa bahagia karena telah mengakhiri hubunganku denganmu.

Padahal tidak. Semenjak kita tak lagi berhubungan, untuk tersenyum saja rasanya sulit. Bahkan aku sama sekali tidak bisa tersenyum.

Terlebih, ketika aku melihatmu.

No one knows about my heart

That I may look like I’m smiling but I’m really not smiling

When I look at you

When I look at you

Kamu menangis. Itu membuatku semakin sakit. Cinta terasa semakin menyakitkan, ketika aku dan kamu sudah tidak lagi berada di dalamnya.

Aku melihatmu, dan aku tahu, kamu pasti merasakan hal yang sama. Aku ingin, kamu terus menatapku, tanpa alasan yang harus kuutarakan.

I can see you crying

Love is painful, more painful

When I look at you

Baby look at me

Hujan masih turun, kali ini makin deras. Seolah-olah enggan menyembunyikan dirinya. Pun dengan kamu, yang masih tetap berdiri di situ, tak bergeser barang seincipun. Yang masih menatapku, dengan tangis yang tak kunjung mereda.

Tetaplah berdiri di situ, sayang. Tataplah langit, sambutlah hujan yang akan membasuh, mengobati, dan membalut lukamu perlahan. Biarkan hujan turun lebih deras, sayang. Biarkan ia mewakili perasaanmu. Biarkan ia terus menangis menggantikan air matamu yang terkuras habis.

Sampai tak ada lagi yang harus ditangisi.

Aku tetap berada di sini, di balik jendela, yang menjadi saksi bisu atas apa yang kita berdua lakukan hari ini, yang merekam semua kejadian, namun enggan mempublikasikannya pada dunia. Yang mengetahui semua rahasia, namun tetap menyimpannya rapat-rapat.

Look into your eyes

Let it rain, Let it rain

Look up at the sky

Let it rain, Let it rain

Rain rain rain rain (Rainy window)

Wash away the pain (Rainy window)

Let it rain, Let it rain

Teruntuk kita, aku dan kamu. Yang hanya bisa saling menatap penuh harap. Yang hanya bisa menyampaikan harapan kosong tentang masa depan kita.

Advertisements

6 thoughts on “[Songfic] Window

  1. Chinguu :” kok makjleb begini sihh #alaymodeon haha tapi….., nan johayo!! ^^ perasaanku jadi makin kacau balau nih T_T abisnya sblm buka ini aku sempet”in buka arti liriknya Runaway – GD yg terkesan rude kali ya? *eh dilanjut denger lagunya Love and War dan ke songfic ini ._. Anyway, kau menginspirasiku membikin Songfic baru! Gamsa, nee ^^ sekiam dulu ‘curcol’ nya *eh. Keep writing FF again chinguu ^^9

    • Hai chinguuuuu~
      Aduh, maaf jika ini membuatmu makjleb hehe 😦
      Aku lagi galau pas bikin ini, mian u.u

      Baguslah, kalo ini bisa menginspirasimu, hehe 🙂 Kalo udah jadi, bisa kali kirimin :*

      Keep writing juga buat kamuuuu hehehe :*

Leave a pieces, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s