[ITL Series] 1 -The Day We’re Happy


Into The Light

Isseodobaby

Go Eunbi, Kwon Risae | Ashley Choi, Kim Joomi, Lee Sojung, and others

Angst, Friendship, Tragedy | Chaptered | PG-13 (for a light-kissing scene)

1 – The Day We’re Happy

Eunbi’s POV

September 2nd, 2014. 21.59

Hei, Kak Rise.

Malam ini kau banyak sekali tersenyum, ya.

Kau membuat Ashley yang mood-nya sedang turun ikut tersenyum. Selain bercanda dengan Sojung, kau juga mengepang rambut Zuny tanpa diminta. Dan sekarang, maknae kita sedang tersenyum-senyum sambil mengelus hasil kepanganmu.

Kak, performance kita untuk Open Concert sudah selesai. Masa promosi album juga telah berakhir. Setelah acara selesai, kau tersenyum lebar sekali. Kau juga membungkukkan badan pada seluruh staff, pokoknya, kau benar-benar terlihat ceria sekali malam ini.

Dan sekarang, kakak terlihat bersemangat saat membantu staff mengatur makan malam kami dan langsung duduk di sampingku setelah semuanya selesai.

“Eh, daging?” Ucap Ashley saat membuka tutup makanan. Sojung dan Zuny langsung memandang ke arahmu.

“Apa kita boleh makan ini, unnie?” Tanya Sojung padamu, kau mengangguk dengan senyum yang tak hilang dari wajahmu.

“Aku sengaja memesan daging untuk makan malam terakhir kita.” Jawabmu.

“Tumben sekali,” Ucap Ashley lagi, “Biasanya kau selalu melarang kami memakannya, unnie.”

Kau hanya tertawa, “Sekali-kali tidak mengapa, kan? Ayo makan!”

“Selamat makan!” Seruku diikuti yang lain.

Mereka tertawa, lalu memegang sumpit masing-masing dan mulai makan. Kau tersenyum sekali lagi.

September 2nd, 2014. 23.42

Girls, we have to go!” Seru manager oppa seraya menyandang ranselnya.

“Ne, tunggu sebentar!” Sahut Ashley sambil menyandang tasnya, beserta satu tas kertas berukuran sedang. Aku dan yang lain sudah berjalan menuju van.

“Aku ingin ke toilet, kalian duluan saja!” Ucap Sojung lalu berlari menuju toilet.

Kak, kau tersenyum sekali lagi, lalu memberi isyarat pada kami untuk segera meninggalkan Sojung.

“Ayo,” Bisikmu lalu menarik tanganku. Aku mengikutimu dengan bingung.

“Kak, sebenarnya ada apa, sih?” Tanyaku.

“Kau tahu kan sebentar lagi Sojung berulang tahun? Nah, kita akan merayakannya di dalam van!” Jawabmu. Ashley dan Zuny mengangguk, dan berlalu.

September 2nd, 2014. 23.58

Kak, kukira, kita akan merayakan ulang tahun Sojung di dalam van.     Namun saat kau bilang kita merayakannya di luar, aku menurut saja. Walaupun sebenarnya aku sangat mengantuk setelah berlari-lari sepanjang hari.

Zuny sudah menyelesaikan kartu ucapannya, kau dan Ashley sibuk memasang lilin pada cake yang berjumlah lima buah. Aku sendiri hanya diminta menyalakan lilin dan meniup terompet. Sepertinya kalian tahu kalau aku sudah sangat lelah.

“Hei, kalian sedang apa?” Suara Sojung membuat kami berempat kaget. Bahkan Ashley hampir menjatuhkan lilinnya.

“Lilinnya! Lilinnya!” Serumu. Aku langsung menyalakan lilin pada cake yang kau pegang dengan korek gas yang ada di tanganku.

Kak, kau terlihat kaget sekali, lalu kau cepat-cepat menghitung sampai tiga. Setelah itu, Ashley memimpin kami berempat menyanyikan lagu selamat ulang tahun di hadapan Sojung yang hanya nyengir sambil menggenggam kedua tangannya sendiri.

Remember to make a wish!” Ucap Ashley, Sojung mengangguk dan memejamkan matanya. Dan saat Sojung meniup lilin-lilinnya, matamu terlihat berkaca-kaca.

“Unnie, Kau menyisakan satu lilinmu!” Seru Zuny.

Sojung tertawa, “Lilin ini kusisakan untuk kutiup bersama!” Setelah ia berkata begitu, aku mengikutimu meniup lilinnya.

“Kyaaa!” Seru Zuny, “Yeppeo! Yeppeo!” Ia menyanyikan bagian dari lagu Pretty Pretty.

“Meoril bbutteobwa kkeutkkaji!” Sambung Sojung. Lalu kami semua ikut menyanyikan lagu Pretty Pretty, dan kami tertawa saat selesai menyanyikan lagu itu,.

“Sekali lagi, saengil chukkaeyo Sojung-ie!” Seruku seraya meniup terompet.

Sojung mengelap air matanya, “Terima kasih, semuanya.”

Kami berempat mengangguk.

Group hug?” Ucapmu setelah mengemas kue ke dalam kotak. Sojung menghambur ke pelukanmu. Aku dan yang lain mengikuti.

“Eh, hujan?” Ucap Ashley sambil menadahkan tangannya di udara. Aku merasakan titik-titik air mulai membasahi wajahku.

“Cepat, masuk ke mobil!” Seruku. Dan setelah membantumu membawa kue yang telah dikemas, aku mengikutimu masuk.

Advertisements

Leave a pieces, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s