[ITL Series] 4 – Nowhere to Be Found

Into The Light

Isseodobaby

Go Eunbi, Kwon Risae | Ashley Choi, Kim Joomi, Lee Sojung, and others

Angst, Friendship, Tragedy | Chaptered | PG-13 (for a light-kissing scene)

4 – Nowhere to Be Found

September 4th, 2014. 16.38

Rise’s POV

___/\____/\___/\___/\__/\___/\____/\____

Eunbi, ayolah. Aku sudah muak, hentikan semua ini!

Begitu terbangun, aku sudah berada di tengah jalan menuju dorm kita. Jika ada orang yang patut disalahkan, orang itu adalah kau, Eunbi! Kesalahanmu berlipat ganda. Tiga malah, karena kau menghilang begitu saja dan membuatku bingung!

Dan lagi, mengapa jalanan ini sepi sekali? Tidak ada mobil, pejalan kaki, bahkan burung seekorpun. Sepertinya, hari ini harus dinobatkan sebagai Hari Menghilang Internasional.

Aku beranjak dari dudukku, dan berlari tak tentu arah mencarimu. Bodohnya, aku mencarimu tanpa mengetahui apakah kau juga mencariku, kurang baik apa lagi aku jadi sahabatmu?

Aku mengetuk setiap pintu rumah dan membuka setiap pintu toko yang kulihat.     Hasilnya? Sia-sia saja, semuanya kosong!     Aku berlari seperti orang gila hingga dress yang kukenakan berkibar, meneriakkan namamu sekeras yang kubisa hingga tenggorokanku terasa perih.

I call out your name like a fool. Foolishly searching only on you.

Namun, hasilnya nihil.

Hari mulai gelap saat aku berjalan memasuki dorm. Eunbi, katakan aku bodoh jika berangan kau dan semua orang berkumpul disana untuk mengerjaiku, dan berteriak memberi kejutan saat aku membuka pintu kamar. Lalu aku akan menjewer telingamu sekeras yang kubisa.

Namun, yang kudapati hanyalah ruang kosong tanpa seorang pun yang menunjukkan eksistensinya.

Katakan aku bodoh, jika sekarang aku hanya berbaring di atas ranjang tempat kita berdua biasa tidur, dan mulai menangis karena tak kunjung menemukanmu. Aku merasa kesal, khawatir, sekaligus sedih, Eunbi!

Dan katakan aku bodoh sekali lagi, jika berharap ini semua hanya mimpi buruk yang akan berakhir jika aku terbangun.

September 4th, 2014. 16.38

Eunbi’s POV

___/\____/\___/\___/\__/\___/\____/\____

Kak, mengapa kau belum bangun juga?

Kak, kumohon. Bangunlah secepatnya dan katakan padaku jika kau baik-baik saja.

Kumohon kak, bangunlah. Paling tidak, bukalah sedikit matamu!

Kak, semua orang menyebut namamu dalam doa mereka, berharap kau cepat sadar. Bahkan, kulihat unnie-mu beberapa kali pingsan karena mengkhawatirkanmu. Kak, bangunlah dan lindungi Ashley, Zuny, dan Sojung. Mereka membutuhkanmu, dunia membutuhkanmu.

Aku juga membutuhkanmu.

September 5th, 2014. 14 .34

Eunbi’s POV

__/\____/\___/\_____/\___/\____/\____

Kak, masih belum juga?

Apakah kau terlalu lelah sehingga ingin beristirahat lebih lama lagi? Atau, apakah mungkin kau terjebak di ruangan putih –atau hitam seperti yang kualami– dan tidak bisa keluar dari sana?

Kak, apakah semua orang yang mengalami koma bermimpi indah dalam tidur panjang mereka sehingga wajahnya terlihat damai sepertimu saat ini?

Ketahuilah, kak. Seiring dengan pergerakan pada monitor life meter-mu, sedikit demi sedikit harapanku mulai pupus. Namun, tidak dengan semua orang yang makin sering menyebut namamu dalam doa mereka.

Hari demi hari, perasaanku makin hancur.

Aku menghela napas panjang. Kak, hari ini adalah hari pemakamanku, bertepatan dengan operasi yang akan dijalani Sojung dan hari pemakamanku. Aku sendiri tidak sanggup melihatnya sampai akhir, kak. Rasanya seperti ada sesuatu yang mencabik-cabik rongga dadaku dari dalam.

Aku merasa bersalah pada keluargaku. Aku pergi tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal pada mereka. Aku tidak sanggup melihat mereka menangis, rasanya benar-benar menyiksa.

Aku juga tidak sanggup melihat Ashley dan Zuny yang menangis hebat. Karena aku tahu seberapa hancurnya perasaan mereka, Karena seluruh luapan emosi mereka bercokol tanpa ampun di dalam diriku.

Bantu aku menguatkan diriku, kak.

September 5th, 2014. 14.34

___/\__/\___/\___/\____/\__/\____/\___/\_____

Hari demi hari berlalu, dan aku tak kunjung juga menemukanmu. Kurasakan tubuhku makin melemah, dan aku menghabiskan diri dengan berbaring sepanjang hari. Asal kau tahu saja, aku tidak memiliki tenaga untuk mencarimu lagi setelah berlari-lari –dengan kecepatan yang bisa membuat malu atlet lari Korea Selatan– kemarin. Katakan aku semakin gendut, payah, atau apalah itu, Eunbi. Aku hanya berharap satu hal, kau menemukanku.

“Rise Unnie! Rise Unnie!”

Aku mendengar suaramu, Eunbi!

Bilang saja aku membual atau apapun itu, tapi aku benar-benar mendengarnya! Kau meneriakkan namamu dari kejauhan, iya kan?     Secercah harapan muncul dalam diriku. Jika aku tidak bisa menemukanmu, kau yang akan menemukanku, kan? Temukan aku, Eunbi! Aku disini!

Call my name from the hill over there

Then, run to me and hold me tight

Aku mendengar suaramu sekali lagi, sebelum akhirnya lenyap sama sekali.

Eunbi, mengapa kau menghilang lagi?

Advertisements

Leave a pieces, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s