[ITL Series] 6 –This Is Not The End


Into The Light

Isseodobaby

Go Eunbi, Kwon Risae | Ashley Choi, Kim Joomi, Lee Sojung, and others

Angst, Friendship, Tragedy | Chaptered | PG-13 (for a light-kissing scene)

6 –This is Not The End

September 7th, 2014. 09.51

Eunbi’s POV

Kak, hari ini, semua orang merayakan Chuseok dengan kemuraman. Aku tidak sanggup melihat Eomma yang menangis hebat sambil memeluk hanbok milikku. Dan melihat keadaanmu yang semakin memburuk, perasaanku makin hancur.

Aku menatapmu sekali lagi, dan kembali berharap semuanya hanyalah mimpi yang akan berakhir jika aku akan terbangun dan mendapati bahwa aku tidak meninggal. Aku sedang berada di rumah, bukan di rumah sakit, dan aku bisa merayakan Chuseok bersama keluargaku.

Aku juga berharap banyak pada Ashley, Zuny, dan Sojung agar mereka berhenti menangis, karena memang kejadian ini tidak pernah terjadi dan mungkin hanya delusiku semata.

Dan aku berharap, kau akan berlari memelukku dan tersenyum memanggil namaku.

But that wish was too good to be true. Dokter bilang, kau memiliki lebih besar kemungkinan untuk meninggal ketimbang melanjutkan hidupmu.

Selain itu….

Pikiranku buyar mendengar mesin-mesin yang terpasang di tubuhmu mengeluarkan bunyi.

“RISE! RISE!!” Seruku panik, mencoba melakukan apapun yang kubisa. Sayangnya, tidak ada siapapun yang mendengarku

Eomma-mu yang terkejut, kemudian berteriak panik memanggil dokter. Pintu terbuka, kulihat beberapa orang dokter dan perawat masuk. Dokter berusaha melakukan CPR untuk menyelamatkanmu, sementara dua orang perawat menenangkan Eomma dan unnie-mu yang histeris.

10.00 ___/\__/\____/\___/\__/\___

10.01 __/\__/\___/\__/\___/\___/\____

10.02 ___/\____/\___/\__/\__/\___/\____

10.03 ___/\__/\__/\__/\____/\__/\___/\____

10.04 ___/\____/\___/\_____/\___/\____/\____

10.05 ___/\__/\__/\___/\___/\___/\__/\___/\___

10.06 ___/\___/\___/\_____/\____/\___/\__/\___/\_____

10.07 ___/\____/\___/\___/\__/\___/\___/\___/\____/\____

10.08 ___/\______/\___/\____/\______/\___/\__/\____/\______/\___/\____

10.09 ___/\______/\_____/\_______/\_____/\__________/\___/\___/\_____/\____

10.10 ____/\___/\____/\____/\_____/\___/\_____/\____/\___________________________

“RISEE!!” Semua orang meneriakkan namamu, sementara unnie-mu menggoncang-goncangkan tubuhmu. Dokter menghela napas berat, kemudian menggeleng.

Kak, kau tak tertolong lagi.

September 7th, 2014. 10.11

Aku terduduk lemas dan memukul dadaku kuat-kuat, aku tidak bisa berhenti menangis, karena rasa sakit yang terlampau kuat, karena satu orang lagi harus pergi.

“Eunbi…” Seseorang memelukku dari belakang, dan memanggil namaku.

Tidak, tidak. Aku tidak ingin itu terjadi.

Aku membalikkan badanku, dan mataku bertemu dengan matamu. Kau tersenyum dan memelukku lagi.

“Kenapa?!” Teriakku sambil mencengkeram lenganmu. Namun, kau hanya bungkam.

“Aku sudah bilang padamu jangan ikuti aku, kan? Mengapa kau melakukannya?!” Teriakku lagi. Aku yakin, suaraku akan terdengar sangat aneh, karena aku berteriak sambil menangis. Tapi, aku tidak bisa menahan diriku untuk melakukannya.

Kau mengusap kepalaku sekali lagi, sebelum menjawab, “Karena aku mendengar sebuah permintaan, permintaan dari seorang gadis untuk menyelamatkan teman-temannya. Tapi gadis itu tidak peduli pada dirinya sendiri.”

“Apa?”

Aku menengadahkan kepalaku. Kulihat, kau tetap tersenyum walaupun pipimu sudah basah oleh air mata.

“Aku tidak ingin membiarkan gadis itu sendirian. Karena aku tahu, pasti akan sangat menyakitkan bila ia harus sendirian di atas sana. Dan aku akan menepati janjiku padanya, untuk selalu berada di sisinya.”

“Tapi…” Potongku.

Kau mendekapku lebih erat lagi, dan terisak sebelum melanjutkan kata-katamu. “Maafkan aku karena lebih memilih untuk pergi daripada bertahan. Tapi kurasa inilah yang terbaik. Karena seperti yang sudah kukatakan, aku tidak akan membiarkanmu sendirian.”

“Aku tahu, semua orang selalu menyebut namaku dalam doa mereka. Dan mungkin, mereka merasa sangat terpukul karena aku pergi begitu saja.”

“Kak…”

“Kau tahu, aku merasa bersalah. Melihat Eomma dan Ri Ae unnie menangis, membuatku terpukul. Maafkan aku.”

“Itu bukan sepenuhnya salahmu,” Aku membalas pelukanmu, dan ganti mengusap bahumu. Kau tergugu di bahuku, membuat pakaian yang kukenakan basah karena airmata.

“Tapi…” Kau tidak melanjutkan kata-kataku, dan hanya menangis di bahuku.

“Ssshh,” Aku mengusap airmatamu dengan jempol, dan memelukmu lagi.

Dan kau menghabiskan waktu dengan menangis di bahuku sepanjang hari, di lantai rumah sakit. Invisible to others.

September 7th, 2014. 19.51

Malam sudah tiba, dan kau masih berdiri di sisi Eomma, Unnie, dan orang-orang yang terus berada di sisimu. Kau bilang tidak ingin meninggalkan mereka, walaupun melihat mereka menangis sangat menghancurkan perasaanmu.

Aku mengerti, karena aku juga mengalaminya.

Kau melihat Ashley yang terduduk lemas di koridor rumah sakit begitu mengetahui kabar tentang kematianmu. Ia begitu histeris, dan menghabiskan sepanjang hari dengan menangis di kamarnya. Aku harap, ia dapat berhenti menyalahkan dirinya sendiri dan melanjutkan hidupnya dengan lebih baik.

Kau melihat Zuny yang hanya tertunduk. Tidak ada air mata yang jatuh, menurutku, ia sudah sampai pada fase dimana rasa sakit yang dirasakannya sudah tidak memungkinkan lagi untuk menangis.     Aku merasa kasihan padanya, kak. Ia masih muda, dan masa mudanya akan dipenuhi dengan kenangan yang menyakitkan untuk diingat. Aku harap, ia bisa menghapus semua kesedihannya dan menjalani kehidupannya dengan baik setelah ini.

Kau melihat Sojung, yang sekarang hanya memandang jendela dengan tatapan hampa. Saat mengetahui berita tentang kematianmu melalui seorang staff, ia melempar ponselnya dan menangis sekeras yang ia bisa. Ia meraung-raung menyalahkan dirinya sendiri. Dan sekarang, ia sudah bisa menenangkan dirinya. Aku hanya berharap, ia tidak mengalami depresi. Kau tahu kan, kondisi emosionalnya sangat sensitif?

Aku menggenggam tanganmu sepanjang waktu, berusaha memberimu kekuatan. Aku mengerti perasaanmu, kak. Dan aku akan terus berada di sisimu.

Karena ini bukanlah akhir dari segalanya. Ini adalah awal dari perjalanan kita yang baru.

Advertisements

Leave a pieces, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s